Keadaan Yang Harus di
Biasakan
Jadilah Seperti Mawar
Yang Indah Tetapi Tidak Seperti Durinya
JanganMenjadi Indah
Tetapi Kadang Menyakiti
Jangan Pula Menjadi Indah Hanya Sekedar Untuk Dipandang
Sedikit dilema yang mungkin sedang dirasakan,
terkadang menjadi pengganggu. Ingin mengungkapkan tetapi sering kali bimbang.
Mungkin karena kurang dewasanya dalam berfikir dan mengambil keputusan. Sekedar
ingin berbagi cerita Ini adalah kisah disekolahku berdasarkan keadaan yang
benar adanya. Entahlah mana yang terlebih dahulu ku ceritakan, aku menulisnya sesuai
dengan keadaan hatiku, kemungkinan yang juga dirasakan oleh teman–temanku.
Aku bahkan temanku merasa bahwa sedikit banyaknya
kami sudah lebih dewasa untuk berfikir mengenai permasalahan yang biasanya terjadi
dilingkungan sekolah, tetapi ternyata tidak pada pola fikir kami. Bahkan sekarang
kami merasa sangat kecil dan berfikir pendek ketika suatu masalah sedang menimpa
kelas kami.
Sedih
rasanya ketika mengingat apa yang terjadi dan baru terfikirkan. Pada hari itu tepatnya
pada tanggal 6 November 2015 pikiranku sedikit terganggu bahkan bukan sedikit dari
teman- temanku yang juga merasakannya. Sebenarnya tidak jarang aku dan teman-temanku
merasakan kejanggalan disekolahku. Aku duduk dibangku SMA, dan sekarang aku sudah
duduk di kelas dua belas.
Pada
hari itu kami ditugaskan untuk menjadi petugas upacara, namun ada beberapa masalah
yang akhirnya membuat kami mengurungkan niat untuk menjadi petugas upacara. Tidak
sedikit juga dari para guru yang kelihatannya kurang menyukai murid dikelasku.
Kami memiliki wali kelas yang bias dibilang sangat sabar, terlebih setelah mendengar
cerita dari beberapa guru bahwa wali kelas kami sudah sering kali ditegur dengan
kata- kata yang mungkin bisa dibilang cukup menyakiti, tetapi ia hanya menyimpannya
didalam hati dan sesekali bercerita pada guru BK (Bimbingan Konseling) yang ada
disekolah ‘’hanya guru BK (Bimbingan Konseling) yang satu itu saja yang dirasa akan
mengerti dan mendengarkan dengan baik.‘’
Aku sangat
tidak paham mengenai kejanggalan yang ada, Kelasku juga sering kali dijadikan bahan
perbincangan dari beberapa guru. Kami sering kali merasa dijatuhkan dengan bahasa
yang kurang menyenangkan. Anehnya kelas lain yang bisa dibilang tidak jauh bedanya
bahkan ada yang lebih kurang sekalipun, tidak dijadikan perbincangan. Mulai dari
project kelas yang dihilangkan, mungkin mengenai hal itu bias dipahami. Tetapi
yang terkadang sering membuat gerah pikiran kami adalah sudah lebih dari 2
tahun murid dikelasku ditempatkan di ruangan yang mana AC dikelas kami yang
kurang berfungsi dengan baik tidak kunjung di perbaiki, juga proyektor yang sudah
rusak, bahkan sampai stok kontak yang seharusnya wajib diperbaiki yang mungkin saja
sewaktu-waktu dapat membahayakan murid. Tetapi pihak sekolah juga tidak lekas memperbaikinya,
hanya sering kali menjanjikan tanpa melakukan perbaikan.
Puncaknya
ketidak puasan yang dirasakan selama kurang lebih 2 tahun ini sudah banyak,
kami mencoba kritis terhadap setiap kejadian yang ada. Tetapi lagi- lagi pihak sekolah
pun tidak kunjung menyikapinya. Entah kami yang terlalu banyak bicara atau pihak
sekolah yang memang tidak mengerti bahasa kritis murid yang ada di kelasku.
Wajar
saja bila seandainya kami kritis saat- saat seperti ini adalah saat dimana kami
mengalami masa transisi menuju pendewasaan, kami hanya terus bersabar dan tentunya
sering kali mengeluarkan kata- kata yang seharusnya tidak diucapkan. Sekolahku ini
adalah sekolah yang mayoritasnya muslim, tetapi mengapa tidak sedikit dari beberapa
guru yang bias dibilang ilmu keagamaannya jauh lebih tinggi justru mencoba menjatuhkan.
Bisa dibilang juga pencitraan dan kekuasaan disekolah yang memihak.
Sekolah
harusnya mempersatukan bukan malah sebaliknya mencoba menjatuhkan. Lagi- lagi beberapa
ocehan yang membuat telinga panas terdengar, mereka memberitahu kami dan mengkritik
yang tanpa disadari ini juga termasuk kesalahan dari mereka.
Aku rasa
aku dan teman-temanku memang sudah seharusnya untuk kritis sebagai bagian dari pengingat
salah satu tugas guru yaitu, mengayomi setiap murid tanpa membeda- bedakan. Karena
bisa dianggap apa yang terjadi saat ini adalah bagian dari kezaliman yang di
implementasikan oleh sebagian dari guru bahkan staf sekolah yang kurang menyukai
sikap murid yang ada dikelasku.
Untuk guru yang pernah bahkan juga yang sudah sangat
menyakiti hati setiap kami. Rasanya bisa sama-sama
kita ingat mengenai…
Penyebab kejahatan
yang tidak pernah boleh diabaikan adalah : kezaliman akan terus ada bukan karena
banyaknya orang jahat tapi karna diamnya orang baik…